• Home
  • Gallery

Senin, 29 Juni 2015

Chronograph?? What the…


‘Wow, jam lo keren banget bro! Bulatannya banyak!!’
Courtesy of: watchclub.com

Ah ya.. Kata-kata ini cukup sering saya temukan di kalangan pemakai arloji, terutama yang awam (TS juga masih awam, red). Kata-kata ini merujuk ke bulatan kecil yang ada di dial jam (umumnya 3 bulatan) yang menambah ‘meriah’ tampilan jam itu sendiri. Entah kenapa, pada awalnya saya juga berpikir, semakin ‘ramai’ dial jam itu, semakin keren. Entah karena saya sadar fungsinya lebih banyak atau sekedar keren tampilannya, alias enak dipandang mata. Rame bro! Tapi, apa sebenarnya istilah & fungsi dari bulatan-bulatan kecil yang ada di dial sebuah arloji? Yup, namanya adalah Chronograph.

Secara kamus, chronograph dibagi menjadi dua kata, yaitu ‘Chronos’ dan ‘Graph’, yang berdasarkan kamus bahasa Yunani berarti ‘Waktu’ dan ‘Menulis’. Dari definisi ini mungkin kita sudah punya gambaran kalau chronograph punya kemampuan untuk menuliskan waktu secara detal. Dalam kesehariannya, seringkali pemilik arloji hanya menyebutnya ‘Chrono’. Contoh, ‘Bro, chrono jam lo matot nih!!! Balikin duid gw!!!’ (sumpah bukan pengalaman TS).

Fungsi utama dari chronograph adalah untuk melihat catatan waktu (record) yang lebih detail. Kalau biasanya arloji hanya dapat menunjukkan jam, menit & detik secara global, fungsi chronograph memungkinkan untuk si empu-nya arloji melihat jam, menit, detik, bahkan sub-second secara lebih detail.  Contoh, ketika memakai arloji biasa & ditanyakan waktu tempuh sprint teman anda, anda akan menjawab ‘Yaa, sekitar 5 menit bro. Eh, berapa ya pasnya tadi?’. Dan teman anda bakal gondok, sudah lari ngos-ngosan hasilnya malah sperti nawar bawang (bawang mahal bro, red), ga pasti. Beda kalau anda pakai chronometer. Ketika ditanya teman anda tentang waktu tempuh sprint yang dia capai, anda bisa menjawab ‘4 menit 51,44 detik’ dengan jumawa. Kecuali anda lupa menekan tombol start dari chronograph anda yang bisa menyebabkan teman anda, minimal, manyun sepanjang hari.

Courtesy of: luxury-insider.com


Chronograph muncul pertama kali pada tahun 1821, baik secara ide maupun bentuk nyata. Berawal dari hobi raja Louis XVIII menonton pertandingan kuda. Sang raja yang sangat ingin mengetahui  lama jalannya pertandingan secara tepat kemudian menyewa Nicolas Rieussec untuk mencari cara memenuhi keinginan ini. Hasilnya, sebuah chronograph primitif lahir ke dunia. Penemuan ini membuat Rieussec sangat popular karena akhirnya semua orang bisa mengetahui lama jalannya pertandingan, berapa detik selisih antara kuda satu dan lainnya, juga catatan masing-masing kuda peserta pertandingan, sehingga pemenang dapat lebih kukuh dipastikan. Kalau beliau tidak menemukan teknologi ini, bisa dipastikan bisnis pacuan kuda tidak laku diakibatkan pemenangnya boleh jadi ditentukan dukun.


Bentuk,  Macam Chronograph & Cara Pengoperasiannya


Courtesy of: watchcollectinglifestyle.tumblr.com
Chronograph memiliki berbagai macam bentuk, namun yang paling umum adalah 3 bulatan kecil. Bulatan terkecil mewakili 1 detik per putaran (paling cepat gerak jarumnya), bulatan berikutnya mewakili 60 detik per putaran & bulatan terakhir mewakili  60 menit per putaran. Dalam prakteknya chronograph bisa berjumlah 1, 2, 3, atau bahkan lebih dalam 1 arloji. Intinya, semakin banyak, semakin kompleks. Pada aplikasinya saat ini, chronograph juga bisa menunjukkan hari dalam 1 bulan, bahkan siang malam! Super sekali!

Pengoperasian chronograph sangat mudah. Tidak perlu sampai 4 sks mempelajarinya. Bila sebuah arloji memiliki fungsi chronograph, maka sudah wajib hukumnya memiliki tombol untuk mengoperasikan fungsi tersebut. Tombol ini umumnya berjumlah satu atau dua. Berapapun itu, umumnya terletak tidak jauh dari crown. Pengoperasian chronograph tidak berbeda dengan stopwatch (karena stopwatch memang merupakan sebuah chronograph), yaitu menekan satu tombol untuk memulai, menekan tombol lainnya/yang sama untuk menghentikannya, dan terakhir menekan tombol pertama/yang sama untuk reset to zero. Tekan lagi tombol lainnya/yang sama maka akan mulai bergerak dari awal kembali, hingga membentuk silklus tak berkesudahan.

Harga..??

Apakah harga sebuah chronograph mahal? Bisa ya bisa tidak. Bila kasusnya pada jam quartz (baterai, solar ataupun kinetic), mungkin saja sebuah jam quartz sederhana lebih mahal daripada jam quartz chronograph. Sebagian besar ditentukan dari brand & material yang dibawa oleh jam tersebut.

Courtesy of: http://forum.tz-uk.com
Berbeda dengan sebuah jam automatic. Bisa dipastikan rumus chronograph = MAHAL (baca: tidak terjangkau) berlaku mutlak di sini (TS curcol sedikit). Kenapa? Karena jam automatic tidak menggunakan baterai sebagai power source, maka tenaga yang digunakan tidak lain dari perubahan keseimbangan mekanis dalam jam itu sendiri. Harap diingat bahwa semakin banyak fungsi dari suatu jam automatic maka semakin rumit struktur gear di dalamnya. Bila sebuah jam automatic sederhana memiliki sekitar 40 parts, maka sebuah chronograph automatic memiliki kira-kira 3x lipat jumlah tersebut. Seiko Credor Sonnerie bahkan memiliki lebih dari 950 parts kecil yang dijejalkan ke dalam case diameter sebesar 42,8 mm. Guess what? For  900.000 USD and it’s yours….

Lalu, apakah semua arloji automatic chronograph harganya tidak terjangkau? Well... Cukup suram, tapi sepertinya demikian.. Bila melihat pasaran automatic chronograph saat ini, mungkin chronograph yang paling sederhana sekalipun akan dibanderol lebih dari 8 juta. Dengan penghasilan pas-pasan, sepertinya sulit untuk bisa memiliki arloji chronograph keluaran terbaru saat ini (lho... curhat lagi..)

Walaupun demikian, beda halnya dengan arloji lawas. Bagi anda-anda yang ingin mencicipi seperti apa rasanya chronograph, anda bisa mencoba alternative jam vintage. Bergembiralah, karena arloji chronograph vintage masih banyak yang memiliki harga terjangkau, walaupun tidak sedikit juga dengan harga yang bikin anda sembelit.. Sebagai contoh, Seiko chronograph seri 6139 bisa menjadi obat anti racun untuk anda yang menginginkan arloji automatic dengan fungsi chrono.

Courtesy of: thewatchspotblog.com
Dengan banderol harga di kisaran 800 ribu - 1 jutaan, anda bisa memiliki arloji chronograph dengan fungsi matot hingga prima.. Bila ingin mencoba chronograph yang lebih complex, bisa mencoba Seiko seri 6138, yang memiliki 2 macam fungsi chronograph. Kejelian, kesabaran & pengetahuan tentang arloji kuno menjadi senjata utama dalam perburuan ini.. Tidak jarang para pencari chronograph lawas ini kecewa, terpukul, bahkan tidak bisa bangkit lagi dikarenakan jeroan dari chronograph
Courtesy of: phillipineswatchclub.org
jengkol lawas miliknya ternyata beneran jengkol (sekali lagi, ini bukan pengalaman TS!!)...

Apapun alasannya, memiliki sebuah arloji chronograph dalam lini koleksi arloji, untuk saya pribadi, sangat menyenangkan. Anda tidak akan bosan dengan jam anda dikarenakan variasi yang ada. Anda akan selalu tergoda untuk menekan 2 tombol dekat crown arloji anda, lagi...dan lagi...dan lagi.... Terus hingga anda shock karena tombolnya tidak bisa kembali naik seperti semula (sepertinya... bukan pengalaman TS...). It does looks cool, whether you care about the functionality or not. Jika anda butuh pengukur waktu yang akurat, there you are on your wrist. Jika anda butuh pelengkap gaya sporty anda, there you are on your wrist (again). Wear it, love it, proud of it! (shoty)

*NB: All pictures are credited to it's owner