Ah ya.. Kata-kata ini cukup sering saya temukan di kalangan
pemakai arloji, terutama yang awam (TS juga masih awam, red). Kata-kata ini
merujuk ke bulatan kecil yang ada di dial jam (umumnya 3 bulatan) yang menambah
‘meriah’ tampilan jam itu sendiri. Entah kenapa, pada awalnya saya juga
berpikir, semakin ‘ramai’ dial jam itu, semakin keren. Entah karena saya sadar
fungsinya lebih banyak atau sekedar keren tampilannya, alias enak dipandang
mata. Rame bro! Tapi, apa sebenarnya istilah & fungsi dari bulatan-bulatan
kecil yang ada di dial sebuah arloji? Yup, namanya adalah Chronograph.
Secara kamus, chronograph dibagi menjadi dua kata, yaitu
‘Chronos’ dan ‘Graph’, yang berdasarkan kamus bahasa Yunani berarti ‘Waktu’ dan
‘Menulis’. Dari definisi ini mungkin kita sudah punya gambaran kalau
chronograph punya kemampuan untuk menuliskan waktu secara detal. Dalam
kesehariannya, seringkali pemilik arloji hanya menyebutnya ‘Chrono’. Contoh,
‘Bro, chrono jam lo matot nih!!! Balikin duid gw!!!’ (sumpah bukan pengalaman
TS).
Fungsi utama dari chronograph adalah untuk melihat catatan
waktu (record) yang lebih detail. Kalau biasanya arloji hanya dapat menunjukkan
jam, menit & detik secara global, fungsi chronograph memungkinkan untuk si
empu-nya arloji melihat jam, menit, detik, bahkan sub-second secara lebih
detail. Contoh, ketika memakai arloji
biasa & ditanyakan waktu tempuh sprint teman anda, anda akan menjawab ‘Yaa,
sekitar 5 menit bro. Eh, berapa ya pasnya tadi?’. Dan teman anda bakal gondok,
sudah lari ngos-ngosan hasilnya malah sperti nawar bawang (bawang mahal bro,
red), ga pasti. Beda kalau anda pakai chronometer. Ketika ditanya teman anda
tentang waktu tempuh sprint yang dia capai, anda bisa menjawab ‘4 menit 51,44
detik’ dengan jumawa. Kecuali anda lupa menekan tombol start dari chronograph
anda yang bisa menyebabkan teman anda, minimal, manyun sepanjang hari.
![]() |
| Courtesy of: luxury-insider.com |
Chronograph muncul pertama kali pada tahun 1821, baik secara
ide maupun bentuk nyata. Berawal dari hobi raja Louis XVIII menonton
pertandingan kuda. Sang raja yang sangat ingin mengetahui lama jalannya pertandingan secara tepat
kemudian menyewa Nicolas Rieussec untuk mencari cara memenuhi keinginan ini.
Hasilnya, sebuah chronograph primitif lahir ke dunia. Penemuan ini membuat
Rieussec sangat popular karena akhirnya semua orang bisa mengetahui lama
jalannya pertandingan, berapa detik selisih antara kuda satu dan lainnya, juga
catatan masing-masing kuda peserta pertandingan, sehingga pemenang dapat lebih
kukuh dipastikan. Kalau beliau tidak menemukan teknologi ini, bisa dipastikan
bisnis pacuan kuda tidak laku diakibatkan pemenangnya boleh jadi ditentukan
dukun.
Bentuk, Macam
Chronograph & Cara Pengoperasiannya
![]() |
| Courtesy of: |
Pengoperasian chronograph sangat mudah. Tidak perlu sampai 4
sks mempelajarinya. Bila sebuah arloji memiliki fungsi chronograph, maka sudah
wajib hukumnya memiliki tombol untuk mengoperasikan fungsi tersebut. Tombol ini
umumnya berjumlah satu atau dua. Berapapun itu, umumnya terletak tidak jauh
dari crown. Pengoperasian chronograph tidak berbeda dengan stopwatch (karena
stopwatch memang merupakan sebuah chronograph), yaitu menekan satu tombol untuk
memulai, menekan tombol lainnya/yang sama untuk menghentikannya, dan terakhir
menekan tombol pertama/yang sama untuk reset to zero. Tekan lagi tombol lainnya/yang
sama maka akan mulai bergerak dari awal kembali, hingga membentuk silklus tak
berkesudahan.
Harga..??
Apakah harga sebuah chronograph mahal? Bisa ya bisa tidak.
Bila kasusnya pada jam quartz (baterai, solar ataupun kinetic), mungkin saja
sebuah jam quartz sederhana lebih mahal daripada jam quartz chronograph.
Sebagian besar ditentukan dari brand & material yang dibawa oleh jam
tersebut.
Berbeda dengan sebuah jam automatic. Bisa dipastikan rumus
chronograph = MAHAL (baca: tidak terjangkau) berlaku mutlak di sini (TS curcol
sedikit). Kenapa? Karena jam automatic tidak menggunakan baterai sebagai power
source, maka tenaga yang digunakan tidak lain dari perubahan keseimbangan
mekanis dalam jam itu sendiri. Harap diingat bahwa semakin banyak fungsi dari
suatu jam automatic maka semakin rumit struktur gear di dalamnya. Bila sebuah
jam automatic sederhana memiliki sekitar 40 parts, maka sebuah chronograph
automatic memiliki kira-kira 3x lipat jumlah tersebut. Seiko Credor Sonnerie
bahkan memiliki lebih dari 950 parts kecil yang dijejalkan ke dalam case diameter sebesar
42,8 mm. Guess what? For 900.000 USD and
it’s yours….
Lalu, apakah semua arloji automatic chronograph harganya tidak terjangkau? Well... Cukup suram, tapi sepertinya demikian.. Bila melihat pasaran automatic chronograph saat ini, mungkin chronograph yang paling sederhana sekalipun akan dibanderol lebih dari 8 juta. Dengan penghasilan pas-pasan, sepertinya sulit untuk bisa memiliki arloji chronograph keluaran terbaru saat ini (lho... curhat lagi..)
Walaupun demikian, beda halnya dengan arloji lawas. Bagi anda-anda yang ingin mencicipi seperti apa rasanya chronograph, anda bisa mencoba alternative jam vintage. Bergembiralah, karena arloji chronograph vintage masih banyak yang memiliki harga terjangkau, walaupun tidak sedikit juga dengan harga yang bikin anda sembelit.. Sebagai contoh, Seiko chronograph seri 6139 bisa menjadi obat anti racun untuk anda yang menginginkan arloji automatic dengan fungsi chrono.
Dengan banderol harga di kisaran 800 ribu - 1 jutaan, anda bisa memiliki arloji chronograph dengan fungsi matot hingga prima.. Bila ingin mencoba chronograph yang lebih complex, bisa mencoba Seiko seri 6138, yang memiliki 2 macam fungsi chronograph. Kejelian, kesabaran & pengetahuan tentang arloji kuno menjadi senjata utama dalam perburuan ini.. Tidak jarang para pencari chronograph lawas ini kecewa, terpukul, bahkan tidak bisa bangkit lagi dikarenakan jeroan dari chronograph
jengkol lawas miliknya ternyata beneran jengkol (sekali lagi, ini bukan pengalaman TS!!)...
![]() |
| Courtesy of: http://forum.tz-uk.com |
Lalu, apakah semua arloji automatic chronograph harganya tidak terjangkau? Well... Cukup suram, tapi sepertinya demikian.. Bila melihat pasaran automatic chronograph saat ini, mungkin chronograph yang paling sederhana sekalipun akan dibanderol lebih dari 8 juta. Dengan penghasilan pas-pasan, sepertinya sulit untuk bisa memiliki arloji chronograph keluaran terbaru saat ini (lho... curhat lagi..)
Walaupun demikian, beda halnya dengan arloji lawas. Bagi anda-anda yang ingin mencicipi seperti apa rasanya chronograph, anda bisa mencoba alternative jam vintage. Bergembiralah, karena arloji chronograph vintage masih banyak yang memiliki harga terjangkau, walaupun tidak sedikit juga dengan harga yang bikin anda sembelit.. Sebagai contoh, Seiko chronograph seri 6139 bisa menjadi obat anti racun untuk anda yang menginginkan arloji automatic dengan fungsi chrono.
![]() |
| Courtesy of: |
![]() |
| Courtesy of: phillipineswatchclub.org |
Apapun alasannya, memiliki sebuah arloji chronograph dalam
lini koleksi arloji, untuk saya pribadi, sangat menyenangkan. Anda tidak akan bosan
dengan jam anda dikarenakan variasi yang ada. Anda akan selalu tergoda untuk menekan 2 tombol dekat crown arloji anda, lagi...dan lagi...dan lagi.... Terus hingga anda shock karena tombolnya tidak bisa kembali naik seperti semula (sepertinya... bukan pengalaman TS...). It does looks cool, whether you
care about the functionality or not. Jika anda butuh pengukur waktu yang
akurat, there you are on your wrist. Jika anda butuh pelengkap gaya sporty
anda, there you are on your wrist (again). Wear it, love it, proud of it!
(shoty)
*NB: All pictures are credited to it's owner











